Dataran Tinggi Dieng, September 2010 (Part.1)

Yap…ini adalah riding report gw yang tertunda selama hampir setaun,hehe
Akhirnya sekarang berkesempatan untuk nulis dengan semua sisa-sisa ingatan yang masih melekat, saat-saat riding dengan motor, saat yang sulit terlupakan… I’ve always enjoyed everything about riding motorcycle..

24 September 2010

Bandung, 22.00 WIB

Mendung tipis menyelimuti langit, dinginnya udara di Bandung Timur lumayan bikin mata yang ngantuk minta naik ke kasur mulu tapi malem ini gw ga berencana untuk tidur, karena akan melakukan perjalanan sama seorang temen, yang juga seorang kaskuser ke acara Gathering Thread Megapro Kaskus di Dieng, Jateng. Sang temen gw ini, rifaye yang berdomisili di Jakarta, melakukan perjalananan seorang diri dari Jakarta selepas dia pulang kerja. Semangatnya luar biasa biarpun hujan sepanjang jalan tapi ga menyurutkan niatnya buat tetep berangkat. Setelah melewati hujan deras di puncak, akhirnya sampai di daerah Cimahi yang kemudian di jemput oleh seorang rekan kaskuser juga, Auxentz yang kemudian mengantar rifaye sampai ke rumah gw. Semula dari daerah Jakarta mau mengikut sertakan beberapa rekan tapi karena satu dan lain hal yang berangkat hanya sendiri. Begitu juga dari Bandung yang hanya menyertakan gw sendiri sebagai pesertanya. Akhirnya rifaye tiba di rumah saya dan setelah beristirahat sebentar dan merapikan barang bawaan serta makan nasi goreng kita bersiap untuk berangkat


auxentz dan rifaye merapikan barang bawaan


Akhirnya tepat pukul 11 malam kami berangkat, dengan tak lupa berdoa pada Allah SWT
agar dimudahkan dan di lancarkan pada perjalanan malam ini.

Dan akhirnya kami berangkat, Auxentz pun kembali ke rumahnya di Cimahi. Suasana malam yang di bayang-bayangi mendung cukup membuat udara menjadi sejuk dan kadang diselingi gerimis. Selepas nagrek hujan yang ga tentu, kadang hujan lalu berhenti akhirnya membuat kami memutuskan memakai raincoat yang udah disiapkan buat perjalanan kali ini. Karena perjalanan malam hari, jalanan cukup sepi dan nyaman untuk riding, tanpa harus ribet dengan angkutan-angkutan umum maupun kendaraan lain seperti siang hari. Tapi juga wajib di waspadai keberadaan truk-truk besar yang beroperasi malam hari.
Karena perjalanan malam hari, jadi ga bisa capture foto banyak sepanjang perjalanan. Dan akhirnya di daerah Ciamis kami berhenti sejenak di sebuah Masjid, untuk beristirahat sebentar melemaskan otot-otot yang kaku.

Istirahat setelah beberapa jam riding

ga lebih dari 15 menit kami berdua kembali melanjutkan perjalanan. selepas Ciamis, karena menjelang dini hari, suasana jalanan semakin sepi, yang bikin makin pede untuk membetot gas. Kondisi aspal jalur selatan Jawa Barat terutama di daerah Banjar bener-bener memuaskan pengendara,terutama ane & rifaye yang malem itu sama sekali ga ragu melahap tikungan-tikungan di gelapnya malam karena aspal yang selalu mulus tanpa khawatir menemui lobang-lobang pengganggu.
tapi itu semua ga bertahan lama, karena selepas Banjar, terutama setelah melewati perbatasan dan memasuki daerah Jawa Tengah kondisi jalanan menurun drastis, dengan kondisi aspal seadanya dan jebakan lobang sepanjang jalan yang membuat kali ini harus lebih waspada. Hutan karet di tepi jalan membuat kesan gelap malam semakin pekat. Ditambah penerangan jalan yang sangat minim.
Setelah sekitar 4,5 jam berjalan tanpa menemui rasa ngantuk, akhirnya kali ini harus mengalah karena otak udah mulai memaksa badan untuk beristirahat. Akhirnya sekitar jam 3.30 dini hari kami berhenti di SPBU Pertamina di daerah wanareja, Jateng. Alhamdulillah di SPBU ada rest area dan toko-toko yang menyediakan mulai dari makanan ringan sampai berat. Akhirnya kami beristirahat dengan tidur-tiduran sebentar di bale/dipan yang ada di depan mushola. Kami ga tidur di mushola karena itu tempat untuk beribadah bukan untuk tidur Setelah tertidur kurang lebih sejam, kami terbangun saat adzan subuh berkumandang. Dan lalu bergegas mengambil air wudhu dan sholat berjamaah bersama orang-orang yang juga singgah di SPBU ini. Ternyata ketika beristirahat di SPBU ini ada seorang kaskuser lain yang menggunakan mobil melihat stiker kaskus & Megaproholic (forum megapro di kaskus). Dan gw baru tau sewaktu dia menyapa di thread beberapa minggu kemudian. Selepas sholat Subuh gw nyari cemilan di warung yang jaraknya cuma beberapa meter dari tempat gw bersantai di bale/dipan.


SPBU Wanareja tempat beristirahat

Karena masih merasa sedikit ngantuk, kami pun ngga memaksakan diri untuk buru-buru melanjutkan perjalanan. Setelah istirahat dirasa cukup baru kemudian kami berangkat.
Kami kembali melintasi daerah perkebunan karet yang kali ini terlihat cantik karena matahari sudah mulai memancarkan sinarnya. Sekitar jam 6.30 pagi saat itu, sinar matahari yang menyembul diantara pepohonan karet yang berbaris rapi di pinggiir jalan ditambah segarnya embun dan kabut tipis yang rendah membuat suasana segar tersendiri yang sedari tadi ngga ditemui karena pekatnya malam.
Kami pun melewati daerah-daerah Majenang, Cimanggu dengan kondisi jalan yang masih seadanya. Sebetulnya jalur ini sidah sering gw lewati dengan keluarga saat mudik lebaran ke Jogja, jadi udah ga begitu asing lagi. Beberapa kilometer kemudian gw memberi tanda pada rifaye kalo gw masih ngantuk, karena belum cukup tidur sepanjang malem tadi, akhirnya mata lagi-lagi ga bisa diajak kompromi. Akhirnya karena ga dapet tempat strategis buat istirahat, kami berhenti di pinggir jalan, di daerah yang cukup lega. Gw buka helm dan menghirup segernya udara pagi dalem2. Lumayan bikin ngantuk yang hebat tadi berkurang sedikit.


berhenti sebentar entah dimana karena masih ngantuk

Sebisa mungkin perjalanan kali ini ga usah di buru-buru, karena kalo maksain diri dalam keadaan ngantuk tetep riding bisa fatal akibatnya akhirnya lepas dari hutan-hutan karet dan tibalah kami di daerah Wangon. Buka-buka peta sebentar, buat diskusi jalur perjalanan lebih baik lewat ajibarang-purwokerto dengan belok kiri di persimpangan wangon ini atau lanjut dengan lurus mengikuti jalan ke timur. Akhirnya diputuskan untuk terus lurus menuju Jatilawang-Rawalo. Akhirnya kami belok kiri di Rawalo. Melewati pinggiran Kali Serayu dengan jembatan kereta api yang melintang di sebrang Kali. Harusnya kami berhenti untuk foto disini.


pemandangan indah Kali Serayu dengan jembatan kereta api di seberang Kali

Tiba di Patikraja kami berhenti dan kembali membuka peta yang tersimpan di dalam handpone gw, dan rifaye juga coba buka-buka GPS dari HP nya. Setelah liat-liat peta kami belok ke kanan di patikraja ke arah Kalibagor dan kembali berjalan menyisir Kali Serayu yang tenang dan lebar. Kondisi aspal bagus, jalanan mulus dan lurus ditambah lagi karena ini bukan jalan utama, arus lalu lintas cukup sepi dan membuat asik buat gas poll, hehe.


di depan SMPN 1 Patikraja buat memastikan rute yang kami lewati

Lalu kami tiba di Banyumas dan belok kiri ke arah timur. Sinar matahari kali ini terasa bener-bener “meraba” setiap bagian dari tubuh gw. Hangat tapi menyegarkan. Rasa ngantuk yang dari tadi menganggu pelan-pelan mulai hilang. Kondisi jalanan disini cukup baik dengan kontur rata dan sebagian besar jalanan luruuuuuus, yang bener-bener beda sama kontur jalan di Jawa Barat yang berkelok, berliku, naik dan turun tanpa berhenti kami melalui daerah-daerah Somagede-Susukan-Klampok-Purwanegara-Bawang dan akhirnya tiba di Banjarnegara dengan tanpa hambatan dan terasa cukup cepat. Tiba di Banjarnegara sekitar jam 8.30 pagi. Kami beristirahat di sebuah warung pinggir jalan.


sewaktu istirahat di Banjarnegara

Di Banjarnegara ga lama, lanjut lagi menuju wonosobo. Kali ini jalanan mulai menanjak dan berliku, karena letak geografis Wonosobo yang cukup tinggi.


Wonosobo

Akhirnya sekitar sejam kemudian kami tiba di Wonosobo, dan menelpon seorang kaskuser Wonosobo,mas Yoga/ID YoGreat. Dan kemudian kita janjian untuk ketemuan di alun-alun Kota Wonosobo. Sebelumnya gw pernah sekali ke kota ini, sewaktu touring sama temen-temen kampus, jadi udah ga begitu asing di kota yang kecil,tapi sejuk dan nyaman ini. Kalo gw bilang Wonosobo itu sejuk seperti Bandung, tapi jauh lebih nyaman karena kehidupannya ga crowded dan lalu lintas yang ga padat kaya di Bandung (jadi ngebayangin macetnya Bandung di pagi & sore hari ). Ga pake lama kami pun tiba di alun-alun Wonosobo.


alun-alun nya Wonosobo,hijauu


parkir motor

bersambung….

Advertisements

5 thoughts on “Dataran Tinggi Dieng, September 2010 (Part.1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s