Gunung Papandayan, Garut

Gunung Papandayan merupakan gunung api yang masih aktif dan tercatat mengalami beberapa kali erupsi, diantaranya pada Tahun 1773, 1923, 1942, 1993, dan 2003. Letusan besar yang terjadi pada tahun 1772 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2951 orang. Daerah yang tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km.  Bahkan belum lama ini tercatat aktivitas Gunung ini mengalami beberapa kali peningkatan, diantaranya Sejak April 2006 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Papandayan ditingkatkan menjadi waspada, setelah terjadi peningkatan aktivitas seismik. Pada 7-16 April 2008 Terjadi peningkatan suhu di 2 kawah, yakni Kawah Mas (245-262 derajat Celsius), dan Balagadama (91-116 derajat Celsius). Sementara tingkat pH berkurang dan konsentrasi mineral meningkat. Pada 28 Oktober 2010, status Papandayan kembali meningkat menjadi level 2.

Gunung ini terletak pada ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut,untuk menuju gunung papandayan bisa ditempuh dari Garut sekitar 1-2 jam ke arah barat daya. Akses masuk yang gw tempuh kali ini berada di sebuah tikungan jalan di daerah Cisurupan dengan gapura yang cukup kecil namun masih cukup terlihat jelas.

Sebenernya waktu itu gw bawa kamera digital, cuma karena memory card nya ketinggalan, jadilah foto-foto seadanya dengan kamera henpon Sony Ericsson W960i yang kebetulan ada di kantong :mrgreen:

Kawah Gunung Papandayan terlihat dari jalan saat cuaca cerah, sumber : Google :mrgreen:

Jalan menuju Papandayan

Bebatuan di sungai

Kondisi aspal seadanya 😦

Sebuah gerbang masuk yang sudah tak terpakai 🙄

Sayangnya karena hari semakin siang, konsentrasi awan mendung di atas terlihat semakin pekat, dan akhirnya hujan turun ga lama kemudian. Kondisi pandangan juga jadi terbatas karena kabut.

Hujan deras turun, masih sempet2nya foto dulu :mrgreen:

Dan akhirnya sampe di pos masuk papandayan, disini ditanya tujuannya, kalo yang mau kemping langsung lapor aja :mrgreen: buat yang cuma liat-liat kena retribusi sekitar Rp 2000 aja :mrgreen:

Selanjutnya sampe di pelataran parkir dengan warung-warung di pinggirnya, gw sempatkan duduk2 di warung dulu, sambil memesan segelas kopi dan nyomot beberapa potong bala-bala/bakwan, lumayan bikin perut anget 😛 Sambil sesekali ngobrol sama yang punya warung, tentang kemping, jalur, dan lain-lain :mrgreen: Ternyata di gunung ini terdapat beberapa lokasi hutan dan kawah, untuk kawah di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya. Pantes bau belerang menyengat :mrgreen:

Dan karena kabut tebal gw pun urung foto-foto di pelataran parkir, tadinya malah mau pulang lagi dan berencana kembali lagi lain waktu, abisnya ga keliatan apa-apa :mrgreen: tapi setelah ngobrol-ngobrol, dan hujan pun berhenti akhirnya gw jalan ke arah kawah meski kabut tebal mengganggu pemandangan.

Sumber foto : blog.travelpod.com

Beginilah seharusnya pemandangan yang terlihat dari pelataran parkir jika tak berkabut :mrgeen:

Sebuah jalanan kecil berbatu di sebelah kanan foto adalah akses jalan utama menuju kawah, dan gw pun berjalan kesana.

Kondisi jalan, ngga bisa dilalui kendaraan karena di depan lebih parah..

kecuali buat motor jenis garuk tanah :mrgreen:

Dulunya aspal nih 🙄

Kabut tebal 😐

🙄

nyaris ga keliatan apa-apa 😐

😐

Mendekati kawah 🙄

Sisa-sisa api unggun nih 🙄

🙄

🙄

Pemandangan saat cuaca cerah kaya gini 😥 Sumber foto : Disbudpar Jabar

Entah pengangkut apa, mungkin pengangkut belerang 🙄 ga sempet nanya :mrgreen:

Sempet mendengar suara mesin menggema dari arah kawah, cuma karena kabut tebal, jadi ga begitu jelas keliatan. Tapi perlahan terlihat motor ini menuruni jalanan curam berbatu dengan asiknya, sayang motor gw ga bisa dipake beginian :mrgreen:

Kawasaki KLX 150 😯

🙄

Karena hujan terus bergantian dengan angin kencang, ditambah kabut juga ga berkurang, akhirnya gw turun lagi menuju pos, mengambil motor dan meluncur pulang ke arah Garut 😀

Di depan pos masuk,arah kebawah 🙄

dijalan pulang 🙄

Akhirnya hujan deras dan kabut menghilang 🙄

Disini daerahnya udah ngga terlalu tinggi, kabut udah ga di temui, dan hujan pun telah berhenti :mrgreen:

Foto terakhir yang diambil, di depan sana udah jalan raya :mrgreen:

Karena cuaca kurang mendukung, dan akhirnya ngga berhasil menjelajahi papandayan, mungkin nanti lain kali di susun rencana yang lebih matang untuk mengeksplor kawasan yang memiliki potensi pariwisata cukup besar ini 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s