3rd Megaproholic Day, Gunungkidul Yogyakarta

Ajang silaturahmi “Megaproholic Day” bagi para pengguna dan penggemar Honda Megapro yang bermula dari situs Kaskus & Facebook ini udah memasuki tahun ke 3. Tahun Pertama dan kedua sukses diadakan di Dieng,Jawa Tengah dan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

https://i2.wp.com/img6.imageshack.us/img6/9080/meglogo.jpgSetelah berkutat dengan kesibukan dan pembuatan postingan ini sempat tertunda selama 1 bulan,  maka kali ini gw mencoba menuliskan sedikit cerita tentang perjalanan, kebersamaan dan sedikit petualangan di tempat yang mungkin baru bagi beberapa peserta Megaproholic Day III ini :mrgreen:

Jum’at, 4 Mei 2012

10.30 Pm

Janjian ketemuan di depan sebuah toserba “Borma” di daerah Cinunuk, Kabupaten Bandung dengan 2 orang Megaproholic Bandung lainnya, Auxentz dan Kang Friyana. Awalnya perjalanan direncanakan berangkat selepas ashar, tapi karena Kang Friyana kebagian kerja shift siang, akhirnya perjalanan dimulai seusai beliau pulang kerja malam harinya. Perjalanan pun diawali dengan berdoa terlebih dulu 🙂

Rute Etape 1 :

Jalur Rancaekek-Nagreg-Lewo dilewati dengan lancar, jalur ini biarpun malem tetep rame dengan truk-truk besarnya, jadi harus tetep hati-hati, sampai setelah malangbong menjelang Gentong motor gw harus minggir ke tukang tambal ban karena bocor :mrgreen: Pas banget di samping tukang tambal ban ada penjual mi instan,gorengan,dll. Karena kebetulan laper tengah malem akhirnya kita bertiga melahap semangkok mie instan rebus dan beberapa potong gorengan.

Ketawa ketiwi jam 1 pagi di tukang tambal ban :mrgreen:

Selesai dari tambal ban, perjalanan dilanjutkan terus ke timur, jalanan pun semakin sepi karena udah menjelang dini hari. Beberapa jam melanjutkan perjalanan, ngantuk mulai menyerang, akhirnya kita pun menepi sejenak di depan sebuah minimarket yang tutup, saat ngeliat jam ternyata udah jam setengah 4 pagi :mrgreen:

Istirahat

Lokasi istirahat, dari GPS nya Auxentz 🙄
Mau Bakso, mi rebus, kopi? ada :mrgreen:
Perjalanan pun dilanjutkan dengan rencana berhenti untuk istirahat & tidur sebentar di SPBU kawasan Wanareja, SPBU yang sama tempat gw istirahat sewaktu ke Dieng 2 tahun lalu 🙄
Ternyata belum sampe ke next waypoint kali ini motor Auxentz yang trouble kelistrikan, mati total. Perjalanan pun tetep dilanjutkan dengan memindahkan sang RC ini ke tengah karena motornya gelap gulita, hehehe 😀 Akhirnya sampe di SPBU di daerah Wanareja dan langsung ambil ancang-ancang rebahan sambil nunggu adzan subuh :mrgreen: Setelah Sholat subuh, rasa ngantuk semakin ga tertahan, kita pun tidur selama kurang lebih sejam sambil menunggu matahari terbit 🙂
Tidurrrr :mrgreen:
Sabtu, 5 Mei 2012
06.00

Tidur sejam cukup buat merefresh lagi badan dan pikiran biar ga terlalu ngantuk & pusing yang justru bikin bahaya kalo dipaksain bawa motor, apalagi ini perjalanan luar kota. Pagi-pagi auxentz udah harus ngebenerin kelistrikannya yang trouble… 🙄
Bongkarrrrr 🙄
Berhubung Auxentz termasuk suhu kelistrikan di Megaproholic, jadinya gak kuatir problem gak terselesaikan, dan bener aja,setelah ketemu sumber masalahnya motorpun siap melaju lagi :mrgreen:
Parkir 🙄
Setelah mandi, dandan, cuci motor, sarapan, nonton Spongebob pagi, boker semuanya ready kita pun melanjutkan perjalanan kembali :mrgreen: Menjelang daerah Wangon kali ini ban belakang gw kembali bocor :mrgreen: ternyata kali ini dari tambalan semalem yang kurang beres, akhirnya ganti ban dalem :mrgreen: setelah ganti ban dalem kita pun bisa melanjutkan perjalanan dengan aman lagi :mrgreen:
Foto-foto dulu di jembatan di daerah Rawalo :mrgreen:
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/303446_3515179052055_1884081977_n.jpg
Karena belum sarapan pagi, akhirnya kami pun nyari tempat makan dulu di daerah Sumpiuh.
Diskusi rute sambil nunggu makanan dateng 🙄
Dari sini diputuskan menuju Jogja via Jalur Daendels, alias jalur paling selatan yang mendekati garis pantai 😀 via pantai Ayah – Petanahan – Ambal – Mirit – Wates :mrgreen:
Rute Etape 2 : Sumpiuh – Ayah – Petanahan – Ambal – Mirit – Wates ( Jalur Daendels)
Dengan mengikuti petunjuk dari GPS, kita pun belok kanan di Rowokele melintasi jalanan pedesaan yang kecil dan sebagian rusak, untuk yang mau menuju jalur daendels juga bisa melalui jalur wisata pantai Ayah – Petanahan – Goa Petruk, yang petunjuk nya cukup jelas dan besar di pinggir jalan 😀
Melewati daerah perkampungan dan persawahan yang tenang, menjauh dari jalur utama yang bising dan ramai, dengan suasana siang terik dan angin sepoi-sepoi setelah makan ternyata rawan bikin ngantuk.. wakakak :mrgreen:
Menuju jalur Daendels 🙄
Masuk daerah pemukiman :mrgreen:
Di daerah Pantai Ayah

http://cgama.files.wordpress.com/2010/07/pantai-selatan-jawa.jpg

Pemandangan pantai Ayah dari jalur daendels 🙄 (sumber : cgama.wordpress.com)

video seadanya, di sekitaran pantai ayah

http://cgama.files.wordpress.com/2010/07/ambal-karang-bolong.jpg

Setelah melewati kawasan berbukit sisanya adalah jalanan lurus yang cukup bagus, motor bisa dipacu konstan 60-80 Kpj karena kondisi jalan pun cukup sepi 🙄

Jalur Daendels di daerah kecamatan Brecong, Kabupaten Kebumen
Exhausted karena panasnya cuaca, mampir sejenak di warung pinggir jalan, ada yang unik, sewaktu kita keceplosan ngobrol dengan bahasa sunda si ibu-ibu penjual nya ternyata ngerti dan bisa jawab dengan bahasa sunda juga, setelah ngobrol-ngobrol ternyata si ibu asli dari Banjar, pantesan :mrgreen:
Sebotol coca cola + es batu, asli seger :mrgreen: eh ada yang turing masih make batik.. wakakak 😀
Perjalanan melintasi jalur Daendels ini cukup mengasyikkan karena cukup sepi lalu lintasnya dibandingkan jalur utama. Memasuki Kabupaten Purworejo jalannya sebagian sedang diperbaiki, tapi begitu memasuki perbatasan Yogyakarta, beuuhh.. langsung disambut jalanan lebar & mulus, padahal jalur ini sepi lho.
Daendels Jogja (sumber : cgama.wordpress.com)
Kemudian kami memasuki daerah Wates dan tanpa berhenti terus menuju Wonosari melalui Temon – Imogiri – Dlingo – Playen – Wonosari
Rute Etape 3 :
3.jpg
(ada yang salah dari rute peta di atas, setelah imogiri terus menuju Dlingo – Playen dan tembus langsung di Wonosari)
Jalur ini dipilih karena menghindari kawasan Kota Yogyakarta dan mengambil rute terdekat menuju Wonosari, karena rombongan dari Surabaya dan Jakarta telah lebih dulu tiba di Wonosari. Jalur ini mirip seperti saat tadi melewati pantai Ayah, dengan kontur berbukit2 di Imogiri menuju dlingo dan beberapa spot foto yang menawan sepanjang perjalanan, sayangnya ga sempet foto-foto karena nguber waktu 😉
Akhirnya tiba di Wonosari sekitar jam setengah 4 lewat, ternyata rombongan Surabaya & Jabodetabek baru aja berangkat menuju pantai Baron, kami pun menyusul kesana 🙂 tiba disana ternyata ditungguin sama Regional Surabaya & Semarang di Gerbang masuk pantai Baron, Kukup, Drini 🙂
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/149741_2083115333374_1319033595_n.jpg
Gerbang pantai Kukup, Motornya oom Urie dari Regional Jawa Timur
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/s720x720/564826_2082312673308_2085276815_n.jpg
Regional Surabaya & Semarang 😀
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/598709_10150947585134138_1819615846_n.jpg
Regional Jabodetabek
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/577071_10150947589169138_1020089944_n.jpg
Regional Jabodetabek lagi..
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/s720x720/168822_10150947591334138_2080838101_n.jpg
Semuanya udah ngumpul :mrgreen:
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/578314_10150947614219138_1247253614_n.jpg
Bersiap berangkat ke penginapan, di Pantai Slili
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/s720x720/534002_10150947613934138_1689225177_n.jpg
Yang paling depan suhunya para suhu, oom Yuniar :sungkem: :mrgreen:
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/600239_10150947614569138_1884161084_n.jpg
Semua Regional jalan beriringan, sekitar 30 motor.. karena kondisi traffic sepi dan jalan memungkinkan untuk digabung.. Gw sendiri berada di barisan paling belakang, ga keliatan woy! :mrgreen:
Dan akhirnya tepat saat maghrib semua rombongan tiba di penginapan, dan bebersih serta siap-siap untuk makan malam & acara utama nanti.
Bersambung…
Advertisements

14 thoughts on “3rd Megaproholic Day, Gunungkidul Yogyakarta

      1. Yah…untungnya tinggal di Jogja

        Kalau emang mental adventure ya gak abis-abis diselidiki keindahannya…

        Kalo cuman mental motorcyclist ya cuman mentok ringroad & Malioboro aja hehehehe 😆

        Tapi saya juga ngiler ama trip Mas Nuno ke Cidaun. Am….am….am…amazing 😯

      2. Thx Masbro.. sama2 ngiler nih kita ceritanya..

        Bener banget.. 😀
        kalo ada waktu lagi pengen explore Jogja nih.. hehehe

      3. Hehehe…Asiknya sih sendirian atau rombongan yang dikit, 2-3 orang aja

        Agar intim 😀

        Sisanya biarkan GPS aja yang menuntun arah perjalanan

        Gunakan Penduduk Setempat maksudnya hahaha 😆

      1. borongan, om Nuno..
        Pen piston kena, laher komstir kena, rantai udah mulur, ban depan belakang basi..

        sementara paling cuma jalan2 radius 30km aja pake bebek operasional atau nebeng.. 😛

  1. lihat video pantai ayah jadi inget pernah kuliah lapangan disini, adventure sampai pedalaman – pedalaman, pokoknya dventure abizz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s