Lampung Exploride 2015 (Part.1)

Well it’s been a while since my last post, yet so many things i want to share so let’s make it quick.

Bermula dari obrolan-obrolan panjang di grup chat WA, gw dan beberapa temen sepakat untuk riding ke Lampung Barat di liburan panjang kali ini.

Jakarta Barat, 24 Desember 2015, 01:00 dini hari

Titik kumpul pertama di SPBU Shell seputaran Slipi. Start jam 1 dini hari yang mana molor dari jadwal semula yang rencananya akan berangkat jam 22:00. No big deal, time to pop up the throttle!

But let me take a picture first 🙂

1

Click!

Okay next we’re headed to the west, towards the Tangerang and curving around in Serang. Bahasa Inggris macam apa ini, ah sudahlah pokoknya lanjut ke merak!

But once again, let me take a picture 🙂

2Sepi

Okay lanjut ke cerita, ceritanya jalanan begitu sepi dan gw mulai bisa menikmati ngebejek throttle sampe mentok! wow… sensasinya luar biasa men, sampe akhirnya dari sebelah kanan ada Mio nyalip dengan santainya…

Anjay…

Begitu sampe di sekitaran Pelabuhan Merak, sekitar jam 03:40 dini hari, kita pun mampir dulu untuk beli nasi bungkus di sebuah restoran padang ternama sebut saja Simpang Raya. Ah bertele-tele banget nih ya.

Selesai bungkus nasi padang, lanjut ke pelabuhan daaan… pelabuhan begitu penuh dan rame dengan mobil dan motor… terutama mobil.

Setelah nunggu kurang lebih 30 menit akhirnya kami bisa naik kapal Ferry di dermaga 1, dan untungnya karena pake motor bisa selap selip dan didahulukan untuk naik Ferry.

7

Anehnya kapal ini sepi

Kapal lepas sandar sekitar jam 5 pagi, dan lumayan bisa istirahat sekitar 3 jam di kapal….

Pelabuhan Bakauheni. Kamis, 24 Desember 2015 Jam 07:30 Pagi

Pelabuhan Bakauheni ramai lancar dan hangat seperti biasanya.Jalur Bakauheni-Bandar Lampung kita lewati dengan biasa saja, sepi, lebar, pemandangan di mana-mana, dan hangat matahari pagi di belakang dan udara seger di depan, ngantuk udah ilang! tapi tunduh mah masih.

Bumpy!

Mungkin karena banyak dilewati truck besar jalananan ini jadi begitu bumpy. Dan disini mulai terasa setelan komstir gw yang baru diganti kemaren terlalu longgar dan motor terasa oleng, oke fix! pokoknya sampe Bandar Lampung cari tempat pijit…. err, maksudnya bengkel, tadi dibajak maaf…

Mendekati Bandar Lampung… Lebih mudah daripada mendekati kamu…

Indahnya, laut di kejauhan sudah terlihat, artinya sudah mulai deket ke kota Bandar Lampung 🙂

Sampe Bandar Lampung

Bandar Lampung, 10:00 Pagi

Akhirnya sekitar jam 10 pagi kami sampe di Bandar Lampung dan rest di rumah om Chandra, eh iya belom pada kenal ya, nah kenalin yang di foto depan rumah diatas, yang sebelah kiri namanya om Chandra, hobinya jalan-jalan sama lupa istri kalo lagi jalan-jalan. Sebelahnya yang biru itu namanya Cipto. Bukan biru yang nempel di pintu! itumah tas, ga sekecil itu kok orangnya :))

to be continued.... kalo inget.

Oke lanjut, untungnya masih inget. Jadi karena jalan malam itu menguras energi, kita harus rest lebih lama dari yang di perkirakan, sekitar jam 13:00 kita pun berangkat dari rumah om Chandra dan berencana mencari bengkel sekaligus makan siang. Ga lama kemudian dapet kabar dari Aryo dia mau nyusul untuk gabung, oke sambil nunggu bisa ngebengkel dan makan dulu.

8

Gw setel komstir dan Cipto ganti seal shock depan yang muncrat

Setelah selesai semua termasuk makan siang, diputuskan untuk lanjut berangkat ke arah Gisting dan rest disana, karena Aryo juga masih jauh. Jam 2 siang kita meluncur ke arah Gisting melalui Gedongtataan dan Talangpadang.

Konidisi aspal baik, jalanan cukup lebar dan meski ramai karena long weekend, kita tetep bisa nikmatin peak power motor disini kok.

Seramai-ramainya jalanan di jalur ini, kita ga pernah sampe stuck banget dan masih bisa dilalui dengan cepat. What a nice riding experience that we’ve  got here! Liat aja speedometer gw sampe mati gitu! *dari rumah jg udah modar*

Sampai akhirnya hujan deras memaksa kita untuk menepi, karena langit kelihatannya masih cukup terang sebagian dan om Chandra mesti terima telpon dari HQ urusan kerjaan jadi kita neduh sejenak di Gedongtataan.

Gisting, 17:00 on the same day

Gisting

Jujur baru denger nama Gisting itu juga pas hari itu, nama yang masih asing dan penasaran kaya gimana disana, menjelang jam 5 sore akhirnya sampe juga di Gisting Atas, dan kita pun check in di Hotel Gisting yang lokasinya di pinggir jalan raya persis. Biayanya 200 ribu rupiah untuk kamar tanpa AC, karena di sini ternyata udaranya 11-12 sama di Ciumbuleuit…. pada tau ga Ciumbuleuit itu dimana :p

14

Parkiran Hotel

Lalu malemnya ga banyak yang dilakukan selain istirahat di kasur sambil sesekali Cipto ngepoin socmed gebetan.

Day 1 End

Lampiran

#halah

Rute Hari pertamaUntitled

 Info:

  • Jarak Tempuh Jakarta-Gisting 325 Km
  • Biaya Ferry Rp 50.000 per sepeda motor include rider & passenger
  • Nasi padang Simpang Raya Rp 26.000 (nasi rendang)
  • Biaya Ruangan AC di Ferry Rp 10.000
  • BBM Pertalite 12 Liter / 1 tangki Megapro
  • Hotel Gisting Rp 200.000/malam
Advertisements

18 thoughts on “Lampung Exploride 2015 (Part.1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s