Lampung Exploride 2015 (Part.2)

Screenshot_2015-12-29-15-49-28_com.miui.videoplayer

Jum’at, 25 Desember 2015

06:00 Pagi. Udara dan cuaca pagi di Gisting sangat sejuk dan nyaman, nyaman untuk lanjut tidur lagi maksudnya. Tapi perjalanan hari ini masih harus berlanjut dan baru saja dapet kabar temen gw yang kemarin mau nyusul udah berangkat dari Bandar Lampung.

Gisting adalah sebuah Kecamatan yang terletak di wilayah Kabupaten Tanggamus, yang ternyata sewaktu di cek menggunakan altitude meter ketinggian tempat ini sekitar 600-700 mdpl yang artinya kurang lebih sama dengan Bandung. Berlokasi di kaki Gunung Tanggamus yang juga menjadi bagian dari awal jalur pendakian menuju gunung tersebut.

Oke setelah temen gw -Aryo- dateng ke Hotel untuk nyamper kita, dan lalu kemudian sarapan lalu berangkat dari Gisting tepat pukul 9 pagi. Rute hari ini : Gisting – Kota Agung – Taman Nasional Bukit Barisan Selatan – Bengkunat – Krui. Menurut Google Maps jaraknya sekitar 176 Km, kira-kira 4-5 jam.

Jalur Gisting – Kota Agung di dominasi jalanan menurun dan tikungan serta pemandangan yang indah. Kondisi jalanan disini bisa dibilang bagus bangets, viewnya luar biasa, plus sepi pula. Ditambah udara pagi yang segar, seriously…this kind of mood is the one that we require to start the day like…everyday!  enough said…you better try by yourself.

Setelah melewati Kota Agung, jalanan kembali menanjak saat akan memasuki Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Dari kejauhan, bukit barisan ini terlihat megah dan…sedikit mistis. Perlahan pemukiman warga semakin menjauh. Beberapa saat kemudian om Chandra ngasih kode berhenti di sebelah kanan, ternyata ada viewing point yang cukup bagus disini. An early refresh!

What a view, somehow reminds me of Bukit Habibi 🙂

13

Fullteam! Kiri-kanan : Om Chandra, Cipto, Shera, Aryo,-you know who-

Lanjut perjalanan kami pun memasuki kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Terus terang semenjak dari rumah, gw udah browsing-browsing soal tempat ini, dan setelah sampe sini, super excited!

19

See, how in the world you can’t enjoying a road like this? (!)

Screenshot_2015-12-29-15-50-43_com.miui.videoplayer

Cipto narik gasss

Siang semakin tinggi dan matahari semakin terik sebetulnya, tapi di kawasan ini begitu adem dan teduh karena lebatnya pepohonan yang berada di sisi jalan. Disini beberapa kali gw misah dari rombongan, mundur perlahan ke belakang lalu nyalain action cam dan bermain-main sendiri di tikungan sambil ngegas ngejar rombongan lagi. So playful! it’s like a kid at the playground 😆

Jalur ini -konon- kurang aman kalo dilewati malam hari katanya. Yakali. Siang aja getir rasanya gimana malem-malem 🙂

22

Making a distance for a better view

The connection to place, to the land, the wind, the sun, stars, the moon… it sounds romantic, but it’s true – the visceral experience of motion, of moving through time on some amazing machine – a few cars touch on it, but not too many compared to motorcycles. I always felt that any motorcycle journey was special – Antoine Predock

Yes, begitu juga buat gw… perjalanan yang ditempuh dengan sepeda motor terasa begitu berbeda. Gw pun suka dengan perjalanan dengan menggunakan mobil, baik jadi driver maupun penumpang. But somehow in some ways i can’t describe, a motorcycle is a perfect connector to the environment. I can touch the air, smells it,te feels so close with nature and that’s the point of an adventure.

24Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Majestic, Beautiful and a little bit Mystical.

This place is not so far from Jakarta, it might be at a same distance with Purwokerto. But the experience that you’ll get is -let’s say- a way much better. For me this is new, this is the first time, and this is beyond expectation.

Menjelang tengah hari, perjalanan pun tak terasa sudah lebih dari separuhnya, dan setelah lewat dari TNBBS kami pun beristirahat di Bengkunat, sambil gw dan Cipto menunaikan kewajiban setiap hari Jum’at di salah satu masjid yang ada disana.

Istirahat siang di Bengkunat

Bengkunat, 1 PM at the same day

Setelah cukup beristirahat, kita pun melanjutkan perjalanan menyusuri Pesisir Barat menuju Krui, Makan siang di sebuah warung makan dan terus menyusuri jalan mulus ke utara.

The road was like this, happiness all along the way! Watch out for the animals crossing 😀

IMG_20151225_115305

No one around

7Ujung jalan pun gak keliatan

Pulau Pisang yang terlewatkan

03:00 PM – Touchdown Krui

Setelah riding kurang lebih 1,5 jam sampailah gw dan temen2 di Krui. Nah dari sini kita diskusi lagi apakah akan stay disini atau lanjut ke Tembakak untuk cari info penyebrangan ke Pulau Pisang. Akhirnya diputuskan untuk lanjut ke Tembakak nyari info soal penyebrangan.

11

Krui dan penduduk setempat

Perjalanan ke Tembakak cuma memakan waktu sekitar 40 menit, dan sampailah kita di sana, bertanya dengan penduduk sekitar / penyewaan kapal. Dari situ didapat info penyebrangan reguler ke Pulau Pisang adanya setiap jam 7 pagi dan dijemput sekitar jam 2 sore. Well, karena saat itu udah jam 4 sore jadilah kita cancel.

Tembakak

Nah sewaktu lagi nunggu sambil buka-buka Maps, Cipto yang habis liat-liat kondisi sekitar ngasihtau kalo di depan ada sungai yang terletak di pinggir jalan, airnya bersih dan banyak anak-anak main disana. Dan kita pun kesana….

aaand this is the river 😀

Begitu liat sungai yang dangkal tapi arusnya deras ini ga pake pikir panjang gw dan cipto langsung nyemplung 😳 dan ternyata air nya luar biasa segerr, perfect banget setelah seharian kaos lepek dengan keringat 🙂

Puas main air,kita pun kembali ke Krui untuk nonton sunset disini. Kali ini dapet spot bagus lagi di sekitaran Pantai Labuhan Jukung, tapi kita agak ke pinggir untuk menghindari tempat yang terlalu ramai, and this is it…

12391460_10206624952075188_6607869870890817733_nSunset on Labuhan Jukung Beach

9Santai sore10Pantai Labuhan Jukung, Krui

The art of a road trip is enjoying every details, look around, there is always something good to see.

Well, di hari ke-2 ini sampailah kita di titik tengah, titik tengah antara rumah dan rumah. Karena tempat tujuan yang sebenarnya ya selamat sampe rumah lagi kan? 😀

Dan setelah ini kita cari penginapan yang jumlahnya cukup banyak di Krui, tapi karena lagi long weekend jadi beberapa tempat sudah penuh. Dan akhirnya dapat di Hotel Monalisa, posisinya pas di pusat keramaian dekat pertigaan ke Labuhan Jukung. Kita pilih kamar AC. Walaupun pake AC, ternyata karena -katanya- supply listrik ke Krui ini kurang baik, tegangan listrik naik turun jadilah AC nya gak dingin, yaudahlah buka jendela aja 😆 tapi memang sih pas malem itu aja kota Krui sempet mati listrik sebanyak 3-4 kali! dan keliatan jelas dari jendela kamar hotel yang terletak di lantai 3.Okelah setelah buka jendela akhirnya bisa tertidur pules karena besok dan besoknya lagi masih ada perjalanan yang harus dilanjutkan.

DAY 2 END!

Info:

  • Jarak Gisting – Krui 171 Km, kondisi jalan bagus, hanya sebagian kecil rusak. Cuma sekitar 5% dari keseluruhan. Pastikan matahari masih ada kalo mau lewat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Jauh kemana-mana soalnya kalo ada apa-apa.
  • Ada pom Bensin yang sedia Pertalite dan Pertamax di daerah Bengkunat bagian Pesisir Barat,make sure isi bensin disini
  • Biaya penyebrangan ke Pulau Pisang reguler sekitar Rp 20.000 s.d Rp 40.000 per orang untuk sekali jalan. Untuk sewa kapal sekitar Rp 300.000 s.d. Rp 500.000 per kapal tergantung negosiasi.
  • Jadwal penyebrangan jukung/perahu reguler setiap hari jam 7 pagi dan dijemput jam 2 sore nya
  • Biaya penginapan di Hotel Monalisa Krui Rp 150.000 untuk kamar AC dan tambahan Rp 100.000 untuk extra bed.

untitled

Rute hari ke-2

Advertisements

9 thoughts on “Lampung Exploride 2015 (Part.2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s