Catatan perjalanan akhir tahun, Pantai Ujung Genteng (Part. 1)

 

Baru beberapa bulan lalu gw rampungkan tulisan ke Pantai Ujung Genteng di Kabupaten Sukabumi, yang post nya dapat dilihat di sini, kali ini kembali gw tulis cerita perjalanan menuju tempat yang sama, cuma waktu nya aja yang berbeda.

Perjalanan kali ini gw tempuh bersama 2 orang temen dari Megaproholic regional Bandung, dan 1 orang lainnya dari Jakarta.

Jum’at, 2 Desember 2011

Sore itu gerimis mengguyur sebagian besar daerah di Kota Bandung, setelah gw pack semua barang bawaan dan di naikkan ke atas motor, dengan sepasang side bag dan tas gendong yang telah dilapis rain cover diikatkan di bagian buritan motor, ala Moto-Backpacker :mrgreen:

Sekitar jam 6 sore gw udah sampe di rumah salah satu temen gw, eh perkenalan dulu yuk. Yang ikut kali ini 2 orang asli Bandung yaitu Friyana dan Auxentz, sementara satu orang lagi yang juga janjian untuk gabung dari Jakarta yaitu Iskandar alias Nchust. Sore itu gw nyamper ke rumah Kang Friyana yang terletak di sekitaran kiaracondong. Setelah sholat maghrib dan menenggak semangkok mie instan yang disuguhin nyokapnya kang Fri (thanks alot tante, tau aja lagi laper 😛 ) kita pun berangkat ke tempat janjian dengan Auxentz yang tinggal di Cimahi. Kita janjian di sekitar fly over di daerah gunungbatu, atau di jalan Cibabat. Sekitar 40 menit kemudian (lama karena macet sepanjang pasteur sampe gunungbatu 😦 ) akhirnya sampe di SPBU yang ga jauh dari fly over di jalan Cibabat.

Kumpul di SPBU

Posisi dilihat dari GPS

Oke,setelah sedikit diskusi dan doa masing-masing, langsung kite capcusss ke barat, pengennya sih langsung betot gas.. tapi apa daya jalanan masih cukup padet sampe selepas padalarang baru lepas dari kemacetan. Beberapa kilometer lepas dari padalarang, motor salah satu dari kami mengalami trouble kelistrikan, akhirnya cari tempat yang agak terang (karena jalan padalarang menuju rajamandala minim penerangan) untuk menepi dan ngecek penyebab masalahnya.

ngecek motor

Setelah beres dan bisa lanut lagi kami pun meneruskan perjalanan, tapi ternyata problem nya belum tuntas dan mengakibatkan beberapa kali perjalanan sempat terhenti. Setelah dirasa cukup aman untuk lanjut perjalanan kami terus mengarah ke Cianjur, dan jalanan malam itu semakin sepi. Jalanan Cianjur – Sukabumi dilalui dengan cepat. Memasuki Sukabumi, kami disambut angin kencang. Cukup mengganggu konsentrasi, karena khawatir angin kencangnya makin parah, apalagi liat kondisi jalanan cukup kotor dengan sampah yang bertebaran terbawa angin. Tapi sesampainya di Cibadak sekitar jam 11.30, angin kencang tadi perlahan hilang. Di Cibadak ini kita janjian sama satu orang dari Jakarta yang tadi gw sebutin, yaitu Nchust. Dan ternyata dia belum juga sampe di tempat janjian, perut terasa laper lagi, jadilah mampir di tukang nasi goreng terdekat sambil nungguin Nchust.

Nungguin disini sambil menyantap nasi goreng

dan akhirnya yang ditunggu dateng juga…

Setelah beres makan nasi goreng, ga lama kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Ujung Genteng. Kira-kira tepat tengah malem berangkat dari cibadak. Kondisi jalanan berliku dengan beberapa bagian bergelombang bekas tambalan jadi suguhan di sepanjang jalur Cibadak-Pelabuhan ratu. Di sepanjang jalur ini, meski tengah malam masih cukup ramai kendaraan di temui di perjalanan. Meskipun kondisi jalan gelap gulita karena minim penerangan. Jadilah dua orang yang menggunakan lampu depan jenis HID yang cukup terang pada megapro nya ditaro di bagian paling depan rombongan, hehehe.

Di jalur ini meski berliku namun motor bisa dipacu cukup cepat karena kondisi jalanan cukup baik. Sampe di pertigaan menjelang pelabuhan ratu, kami ambil arah kiri menuju ujung genteng. Sempat mampir berhenti sebentar di setelah jembatan kuning karena Nchust kebelet pipissss.. hahaha.

Berhenti sejenak

Ngikik bareng jam 2 dini hari

Ujung Genteng masih 79 Km lagi

Siap berangkat lagi..

Perjalanan ke Ujung Genteng kembali dilanjutkan. Dan kita bersiap menghadapi jalanan yang seadanya, karena terakhir kesini awal tahun 2011 lalu jalanan berlubang di sana sini lumayan bikin capek dan perjalanan jadi semakin lama. Ternyata kali ini ada bagian jalan yang baru di aspal, sepanjang kira-kira 5 Kilometer. Dan aspalnya masih terlihat cukup baru dan mulus, lengkap dengan marka jalan yang melintang di sepanjang jalanan baru tersebut. Akhirnya motor bisa dipacu cukup cepat, melintasi pinggiran hutan dengan kondisi jalan berliku dan aspal mulus, jam setengah 3 pagi dan ga ada siapa-siapa selain kita disini, andai bisa di videoin 😀

Akhirnya jalanan mulus harus juga berakhir. Kembali ke jalan lama yang kurang bagus. Setelah sekitar satu jam perjalanan, kali ini Auxentz yang minta istirahat, karena ngantuk berat. Wajar aja jam segini emang jam-jam nya ngantuk. Akhirnya berhenti di sebuah warung pinggir jalan, dekat pertigaan yang kalo belok kiri kita ke jampang tengah dan ke kanan jampang kulon dan kemudian ujung genteng. Oh ya, dari sepanjang jalan tadi gw perhatiin cukup banyak tukang tambal ban maupun warung kopi yang tetep buka meski tengah malem, dan ini yang cukup membuat hati nyaman, karena kalo sewaktu-waktu ban motor bocor atau mata ngantuk berat kita punya banyak pilihan untuk berhenti.

Motornya istirahat, ridernya ngopi


Segelas kopi susu dan gorengan lumayan bikin seger lagi, sambil asik ngobrolin apa yang bisa di obrolin 😀 Sempet ketemu rombongan yang mau ke Ujung Genteng juga, mereka semua bawa motor bebek dan ternyata lagi nyari penjual bensin eceran. Untungnya masih ada yang jual biarpun harus ngetok-ngetok dan ngebangunin penjualnya yang tidur.

Istirahat..

Setelah cukup seger perjalanan pun dilanjutkan lagi. Kondisi jalanan berlubang dan bergelombang, memaksa kita untuk menahan diri untuk jalan cepet-cepet. Buat yang pernah ke Ujung Genteng tau sama tau aja yaah 😛

Sekitar jam 5 pagi dan kalo ga salah di sekitar Surade kita berhenti lagi, gw dan Kang Friyana menunaikan kewajiban sholat subuh dulu euy..

Di depan Masjid

Setelah Sholat, bersiap ngelanjutin perjalanan lagi, kali ini matahari udah menunjukkan tanda-tanda kemunculannya, langit perlahan menjadi terang meski awan mendung masih mendominasi langit pagi itu.

Menjelang Ujung Genteng

Dan akhirnya sampe di gerbang masuk menuju kawasan Ujung Genteng sekitar jam 6 kurang 20 menit dan disambut petugas jaga (rupanya sekarang petugasnya jaga dari pagi buta.. beda dengan waktu awal tahun gw kesini, di jam yang sama seperti saat gw masuk saat itu ga ada petugas jaganya. Lalu bayar tiket masuk yang masih di bawah Rp 8.ooo per orang plus motor, dan masih masuk kategori murah meriah menurut gw..

Di depan gerbang

Kali ini pada berpose 😮

Dan akhirnya sampe di pantai Ujung Genteng, pantai cukup ramai dengan wisatawan lokal lainnya yang juga baru tiba pagi itu 😀

Full team 😀

Bersambung….

Advertisements

7 thoughts on “Catatan perjalanan akhir tahun, Pantai Ujung Genteng (Part. 1)

  1. punten kang sy kbtulan orang surade yg mrantau ke depok
    lain x klo ke U G
    dr bandung ga usah lewat cibadak kang itu lebih jauh slusih 22km memutar
    cb lewat kota skbumi pk jln plabuan 2
    itu jauh lebih singkat lebar dan mulus jln nya dbanding lwt cbadak
    trus kita punya 2 jlur pilihan
    bs lwat jmpang tengah atw plabuan itu sndri
    sran sy dr kota skbumi lbh enak ya lwt bjonglopang jmpang tengah

    1. emang kita sengaja kang pas berangkat lewat cibadak, soalnya nunggu rekan yg dari jakarta.. dengan asumsi dy dateng lebih lama karena berangkat belakangan.. jadi lah kami yang dari bandung lewat cibadak untuk menjemput rekan tsb.. dan pas jalur pulang emang lewat jln pelabuhan 2 kok karena emang lebih deket lewat situ.. bisa dilihat di post part II nya.. Btw.. thanks buat komentarnya kang 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s